Selasa, 26 September 2017

Biodata Diri




Nama : Dedi Setiawan
Npm : 31416775
Universitas : Universitas Gunadarma
Dosen : Ahmad Nasher S.I.Kom,MM




Hai Hallo..
Kenalin saya Dedi Setiawan, anak terakhir dari lima bersaudara, dilahirkan 22 tahun yang lalu di Kabupaten Tegal tepatnya pada tanggal 10 April 1995. Saya dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang cukup sederhana dan segala sesuatunya selalu tercukupi. Dan pada saat umurku sudah 6 tahun aku bersekolah di SD Negeri Brekat 01 dan sekolahan tersebut tidak jauh dari rumah. Semasa SD memang aku rajin dan sering diminta untuk mewakili sekolahku untuk mengikuti berbagai lomba, mulai dari lomba Pramuka, Gerak Jalan, Upacara, Senam, Cerdas Cermat, Sholat, Menyanyi dan Alhamdulillahnya masih diberikan prestasi walaupun keberuntungan belum memihak. Ya itu dikarenakan dulu orang tuaku sangat protect terhadap anak – anaknya termasuk saya dan di lingkungan SD pun Alhamdulillah masih dikasih prestasi dikelas walaupun naik turun. Menginjak umur 12 Tahun saya melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Tarub dan sampai SMA tidak ada  prestasi yang menonjol yang telah saya capai ya di karenakan mungkin belajarku yang menurun. Dulunya saya adalah seorang yang minder, pemalu dan bisa di katakan lebih suka menyendiri. Hahaa..

Pada tahun 2013 saya lulus dari SMK Islamiyah Adiwerna dan saya berpikiran untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi. Dulu saya sangat ingin sekali masuk STAN tapi karena kurangnya persiapan di tahun tersebut saya belum beruntung untuk melanjutkan di situ dan berfikiran untuk mencoba lagi tahun depan. Untuk mengisi waktu luang setahun saya mendaftar pekerjaan di suatu Pabrik daerah Kawasan Ejip Cikarang. Hari demi hari saya lalui dan ternyata sudah 2 tahun saya kerja dan berhasil melupakan keinginan saya yang ingin masuk STAN, dan tiba dimana saya habis kontrak dari pabrik tersebut saya berfikiran untuk melanjutkan sekolah karena bagi saya pendidikan itu penting. Dan di tahun 2016 saya masuk ke perguruan tinggi yang cukup ternama di Depok yaitu Universitas Gunadarma, disinilah saya memulai belajar tentang segala sesuatu yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya, jauh dari orang tua membuat saya berusaha melakukan segala sesuatunya dengan mandiri, disinilah saya mulai belajar ber organisasi dan berinteraksi lebih baik dengan teman-teman baru.           

Perlahan tapi pasti saya mulai mengetahui hikayat manusia sebagai makhluk sosial, saya mulai aktif dan berusaha berbaur, mengenal teman-teman yang sangat inspiratif dan selalu mendukung saya apabila mendapati musibah atau masalah. meskipun saya masih belum berprestasi tetapi saya yakin kemampuan seseorang bukan dihitung dari banyaknya dia mendapatkan piala dan penghargaan tetapi bagaimana orang tersebut berguna dan berbagi dengan orang lain.

Mungkin cuma sampai sini yang bisa saya ceritakan, saya harap ini adalah langkah awal dalam mengeksplorasi kelihaian dalam menulis, dalam dekade berikutnya saya berharap agar bisa lebih mahir dalam menulis,bimbingan dan kritik sangat saya perlukan karena menurut saya kritik adalah cara yang efisien untuk membangun pribadi seseorang sehingga mendapatkan hal yang maksimal dalam sesi berikutnya. Terimakasih..

Kesimpulan :
Dedi adalah anak terakhir dari 5 bersaudara semasa SD dia bersekolah di SD Negeri Brekat 1 dimana di masa tersebut sering di tunjuk sebagai perwakilan sekolah untuk mengikuti perlombaan. Lulus dari SD melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tarub dan 3 tahun berlanjut melanjutkan ke SMK Islamiyah Adiwerna. Setelah lulus dari SMK berkeinginan melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi akan tetapi keberuntungan belum memihak dan memutuskan untuk mencoba tahun depan memilih bekerja untuk mengisi waktu luang. Akan tetapi seiring berjalannya waktu pikiran untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang di inginkan terlupakan dan memilih untuk melanjutkan di Universitas Gunadarma. Di Gunadarmalah dedi dapat menemukan berbagai karakter orang dan menemukan berbagai orang inspiratif.

Sumber : Dedi Setiawan

Senin, 12 Juni 2017

Toleransi yang harus di bangun di Indonesia



Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh. Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah,toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antarsesama manusia. Allah Swt. menciptakan manusia berbeda satu sama lain.          
Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif.
Sebaliknya, perbedaan bisa memicu konflik jika dipandang secara negatif.
Sebagai ilustrasi, Jika kita memperhatikan salah satu unsur bangunan,misalnya tembok, maka tembok itu terdiri dari beberapa bagian: batubata, besi, semen, dan pasir. Jika masing-masing bagian itu berdiri sendiri tanpa ada persatuan dan keterkaitan maka tidak akan mempunyai
kekuatan. Setelah bagian-bagian itu dipersatukan, dicampur dengan air,dan disusun rapi, maka ia menjadi satu bangunan yang kokoh. Ini semua menggambarkan bahwa perbedaan merupakan sumber kekuatan apabila bersatu dan bekerja sama. Oleh karena itu Islam mengajarkan untuk menghargai dan menghormati perbedaan.

  • Toleransi dalam Islam mencakup dua hal yaitu;

- toleransi antar sesama muslim dan
- toleransi kepada nonmuslim.


Toleransi antarsesama muslim berarti menghargai dan menghormati perbedaan pendapat yang ada dalam ajaran agama Islam. Misalnya,perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat tarawih.
Perbedaan-perbedaan dalam tubuh agama Islam masih bisa ditoleransi apabila terjadi dalam masalah furu’iyah (cabang), seperti jumlah rakaat tarawih, doa qunut, dan lain-lain. Namun, kita tidak boleh toleransi dalam masalah ushul (pokok) dalam Islam, misalnya kitab suci al-Qur’ān, kiblat, dan Nabi. Ada orang mengaku Islam tetapi kiblat salatnya bukan di Ka’bah, kitab sucinya bukan al-Qur’ān, nabinya bukan Muhammad saw.  
Maka kita harus menolak keras pendapat seperti ini, namun tidak boleh berbuat anarkis atau menghakimi sendiri dengan tindakan kekerasan.
Adapun yang dimaksud toleransi kepada nonmuslim yaitu menghargai dan menghormati pemeluk agama lain untuk beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.

  • Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari

Toleransi merupakan salah satu akhlak mulia (akhlakul karimah) yang harus dimiliki setiap muslim. Dengan menjunjung tinggi sikap menghargai perbedaan ini maka kehidupan masyarakat akan damai dan sejahtera. Oleh karena itu kita harus menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari toleransi dapat diwujudkan dengan sikap-sikap sebagai berikut : 
  • Bergaul dengan semua teman tanpa membedakan agamanya.
  • Menghargai dan menghormati perayaan hari besar keagamaan umat lain.
  • Tidak menghina dan menjelek-jelekkan ajaran agama lain.
  • Memberikan kesempatan kepada teman nonmuslim untuk berdoa sesuai agamanya masing-masing.
  • Memberikan kesempatan untuk melaksana-kan ibadah bagi nonmuslim.
  • Memberikan rasa aman kepada umat lain yang sedang beribadah.
  • Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  • Mengadakan silaturahmi dengan tetangga yang berbeda agama.
  • Menolong tetangga beda agama yang sedang kesusahan.
Lebih dari itu sikap toleransi kepada sesama muslim harus lebih diperkokoh.Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah saw dan umat Islam ketika berada di Madinah.Hubungan persaudaraan antara Muhajirin (kaum muslimin dari Mekah) dan Ansar (kaum muslimin Madinah) terjalin sangat erat. Kehidupan kedua golongan itu setiap hari diliputi oleh suasana saling pengertian, saling membantu dan saling bekerja sama. Apabila seorang dari Ansar memiliki rumah, maka rumah itu digunakan bersama dengan Muhajirin. Jika Muhajirin memiliki makanan dan minuman, maka makanan dan minuman itu dibagi dengan Ansar. Dengan persaudaraan dan toleransi yang tinggi seperti ini maka umat Islam waktu itu mempunyai ikatan yang kokoh. Rasulullah saw. mengibaratkan umat Islam sebagai satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang sakit maka anggota tubuh lain juga ikut merasakan sakit. Demikian pula dengan umat Islam, jika ada salah
seorang anggota masyarakat muslim mengalami kesulitan maka warga yang lain hendaklah membantunya. Kepada umat agama lain, Islam juga mengajarkan untuk toleransi. Dalam
Islam tidak ada ajaran supaya membenci atau memusuhi umat agama lain.
Islam mengajarkan umatnya untuk hidup berdampingan dalam suasana damai, rukun, dan saling. Rasulullah saw. dan umat Islam sudah mencontohkan toleransi antarumat beragama pada waktu berada di Madinah. Umat Islam, Nasrani, dan Yahudi diberi kebebasan dan dijamin hak-haknya untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing.
Indonesia telah merdeka sejak 76 tahun yang lalu. Tepat pada tanggal 17 agustus 1945 indonesia memproklamasikan Pidato Kemerdakaan Negara Indonesia, yang dibaca oleh Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat. Sejak itulah bangsa indonesia  merdeka dengan dasar negara pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara Indonesia yang berarti berbeda beda tetapi tetap satu. Selain itu indonesia juga merupakan negara kepulauan, indonesia memiliki sekitar 17.506 pulau. Pulau-pulau ini terdiri dari lima pulau besar yaitu Sumatera, Jawa, Papua, Sulawesi dan Kalimantan.
Semboyan dari Bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”, sangatlah sesuai dengan keadaan Bangsa Indonesia yang terdiri dari ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa, dan 6 agama yang telah di akui oleh bangsa yaitu Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Kong Hu Cu. Selain itu indonesia memiliki banyak etnis seperti Melayu, China, Arab dan lain sebagiannya. Dari sekian perbedaan yang ada, dengan adanya pancasila sebagai dasar negara diharapkan dapat menopang dan menumbuhkan rasa toleransi terhadap kehidupan bangsa indonesia.
            Toleransi sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia. Kita tidak boleh lupa akan sejarah kita ketika dahulu pada saat zaman penjajahan, semua rakyat bersatu berasal ras, suku dan agama yang berbeda dengan tujuan dan semangat yang sama untuk memerdekaan bangsa dan negara indonesia. Dengan semangat persatuan dan kesatuan inilah menumbuhkan rasa toleransi sehingga menjadi pendorong kemerdekaan negara indonesia. Jadi dengan adanya toleransi dapat menjadikan keadaan negara yang damai tanpa ada permasalahan ras, suku dan budaya maupun antar golongan agama. 
Akan tetapi, pada saat ini keadaan toleransi dalam kebhinekaan menjadi buruk sekali dan sedikit demi sedikit seperti menghilang dari kehidupan bangsa. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap kehidupan bangsa, hilangnya toleransi juga dapat menghacurkan kesatuan dan persatuan bangsa indonesia. faktor menghilangnya toleransi dan semangat persatuan dalam kehidupan bangsa, yaitu sedikitnya masyarakat yang memahami arti penting toleransi dalam kehidupan bangsa, dan selain itu juga banyak masyarakat yang kurang memahami pancasila sebagai pedoman hidup bangsa.
            Intoleransi terjadi juga karena banyak masyarakat mudah terpengaruh akan informasi informasi hoax dari orang ke orang. Banyak berita hoax yang yang dilebih lebihkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di media sosial. Contohnya pada tahun 2016 kemarin, media sosial dihebohkan dengan adanya berita tentang negara indonesia mendatangkan tenaga asing yang berasal dari China secara besar-besaran. Jumlah yang disebutkan tidak tanggung- tanggung, yakni 10 juta orang tenaga kerja asing, ada juga yang menghembus kabar mencapai 20 juta orang.
Berita ini sangat menghebohkan masyarakat indonesia terutama pengguna sosial media, titik permasalahannya yang menjadi pertanyaan masyarakat yaitu angka pengangguran yang masih tinggi di indonesia tapi mengapa tenaga kerja asing dari China malah di datangkan. Berita hoax ini terbukti mempengaruhi banyak masyarakat dan langsung mendapatkan respon dari Presiden Joko widodo. Bapak Presiden membantah adanya isu yang meresahkan masyarakat ini. 
Menurutnya, jumlah tenaga kerja asing (TKA) dari China ada sekitar 21.000. jumlah ini disenut jauh lebih kecil dibandingkan dengan tenaga kerja indonesia (TKI) di Hongkong mencapai 153.000 orang. Presiden juga menilai isu yang beredar tentang TKA yang bekerja di indonesia tidak logis sebab upah bekerja di indonesia masih relatif lebih kecil dibandingkan di china yang bisa diupah hingga diatas 5 juta.
            Kejadian tersebut sangatlah berpengaruh terhadap toleransi antar etnis, dengan tersebarnya berita hoax tersebut sedikit banyak masyarakat pasti terpengaruh oleh berita hoax tersebut dan memendam kebencian kepada orang orang china, yang berindikasi dapat mediskriminasi etnis china yang berada di indonesia sejak dulu. Selain itu Indonesia ternyata memiliki banyak permasalahan yang berkaitan dengan agama, yang mana pelanggaran akan kebebasan beragama dan berkeyakinan. 
Salah satu contohnya adalah kasus penistaan agama  oleh Basuki Tjahja purnama (Ahok) yang berawal dari pidato Ahok di Kepulauan Seribu dalam menafsirkan QS: Al-Maidah 51, entah sengaja atau pun tidak hal itu dianggap oleh banyak kalangan sebagai suatu penistaan agama, khususnya penistaan terhadap agama Islam. Kasus penistaan ini mendapatkan respon keras dari ormas ormas islam yang berupa aksi aksi bela islam yang berkelanjutan di jakarta . 
Namun respon keras ini seharusnya tidak perlu terjadi karena telah ada proses hukum yang telah menangani kasus penistaan agama ini, sehingga tidak berindikasi menaburkan kebencian dan berindikasi merusak toleransi antar umat beragama di Indonesia yang sudah di bangun sejak proklamasi Kemerdekaan. Seharusnya kita sebagai umat beragama harus berperilaku intelektual dan berpikir cerdas dalam kebhinekaan guna untuk menjaga kelangsungan hidup toleransi dalam bangsa ini. 
Dalam kutipan ahmad wahib ia mengemukakan, “toleransi beragama karenanya berarti menghormati manusia dan keseluruhan adanya, memandang kehidupan rohani orang lain sebagai hak pribadinya yang tidak dapat di ganggu gugat atau dikendalikan dari luar”. Ahmad Wahib. Selain itu ahmad wahib juga mengemukakan “ ketajaman kritik kita terhadap umat berhubung  dengan general attitude-nya, jangan sampai menjerumuskan kita pada sikap apriori salah dalam mengahadapi suatu masalah, sebagaimana kita menjauhkan diri dari sikap apriori membenarkan mereka. Kita juga harus benar benar menjauhkan diri dari nilai ganda, nilai ganda yang memihak umat islam atau nilai ganda yang memihak bukan islam” (pergolakan pemikiran islam, 28).
            Pendapat tentang toleransi dalam kehidupan bangsa indonesia juga di kemukakan oleh K. H Abdurrahman wahid yaitu Rukun Berdampingan  “ bukankah demikian menjadi jelas bagi kita  bahwa menerima perbedaan pendapat dan asal muasal bukanlah tanda kelemahan, melainkan menunjukkan kekuatan” dan “ tidak penting apa pun agamamu atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah menanyakan apa agamamu”
Dari kata kata yang di sampai kan gusdur dapat di ambil kesimpulan bahwa persatuan dalam kebhinekaan sangat diperlukan untuk kedamaian dalam hubungan masyarakat. Selain itu Ir. Soekarno juga mengungkapkan bahwa Indonesia milik semua, “Kita mendirikan negara indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan kristen untuk indonesia, bukan juga golongan Islam untuk indonesia. Bukan Van Eck untuk Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya untuk indonesia. Tetapi Indoensia untuk semua!!!” dalam kata kata Ir. Soekarno tersebut sangat jelas bahwa dia sangat mengutamakan persatuan dalam bangsa ini.
            Persatuan merupakan unsur yang paling utama agar tidak terjadi perpecahan dalam bangsa. Kebhinekaan di indonesia sangat memerlukan toleransi agar tercipta kedamaian dalam kehidupan masyarakat, dan Intoleransi yang terjadi di indonesia seharusnya tidak perlu terjadi karena dapat menimbulkan perpecahan dalam kehidupan masyarakat.
Dengan adanya pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat di harapakan dapat menciptakan persatuan dalam kebhinekaan. Kita sebagai warga negara wajib menjaga keberadaan toleransi agar tetap ada. Dalam beberapa tahun lalu memang banyak terjadi permasalahan tenntang toleransi akan tetapi tidak selamanya intoleransi terjadi dalam kehidupan masyarakat. 
Faktanya masih banyak sebagian masyakat yang masih mempunyai rasa toleransi terhadap masayarakat lainnya yang mempunyai perbedaan seperti perbedaan etnis, suku, budaya dan agama atau kepercayaan. Contohnya adalah terjaganya toleransi antar umat beragama di sibolga sumatera utara, dalam kehidupan masyarakat sibolga toleransi dalam kebhinekaan sangat diperlukan guna untuk menjaga rasa persatuan yang telah tertanam sejak dulu sebelum kemerdekaan indonesia.  
Peranan masayarakat dalam menjaga dan melestarikan keberadaan toleransi yaitu dengan cara menjalin hubungan atau silaturahmi secara baik Dan mengagendakan pengamanan tempat peribadatan setiap ada acara keagamaan atau hari hari besar agama. penjelasan tentang agenda pengamanan peribadatan yang telah di jadwalkan  yaitu ketika ada acara besar seperti perayaan natal sebagai hari besar umat kristiani, maka umat agama lain ikut berperan dalam menjaga pelaksanaan peribadatan. 
Begitu juga sebaliknya ketika umat islam merayakan hari hari besar islam seperti, hari raya idul fitri dan ihari raya idul adha maka umat bergama kristen, budha dan lainnya ikut serta menjaga pelakasanaan peribadatan. Kerukunan yang terjadi di sibolga ini merupakan salah satu bentuk pelestarian rasa toleransi. selain toleransi terhadap keragaman agama, masyarakat sibolga juga saling menghargai perbedaan budaya yang ada di sibolga.
            Bentuk pelestarian toleransi dalam kebhinekaan di indonesia tidak juga dilakukan dari kalangan masyarakat saja akan tetapi juga dilakukan oleh kelompok kelopok agamis seperti Nahdatul Ulama. Nahdatul Ulama didirikan oleh K.H Hasyim Asyari yang merupakan salah satu tokoh gerakan nasionalis. Nahdatul Ulama sangat memberikan peran yang sangat inklusif terhadap agama lain. contohnya adalah agenda banser dalam menjaga dan melancarkan proses hari besar umat kristen yaitu hari Natal.
Peran banser dalam toleransi yang telah terealisasikan yaitu ikut serta melaksanakan penjagaan hari raya natal bersama petugas wajib guna melancarkan peribadatan umat kristiani. Peran ini sangatlah mencerminkan sifat sifat nasioanilsme yang masih tertanam dalam ormas Nahdatul ulama. Rasa nasionalisme yang cinta akan adanya bangsa ini juga merupakan salah satu unsur yang paling penting untuk menjaga persatuan. Nahdatul ulama telah berusaha sejak dulu untuk menjaga tali persatuan dengan cara menanamkan rasa toleransi yang tinggi antar umat beragama.
            Peran Nahdatul Ulama dalam melestarikan dan menjaga tali persatuan di negara ini telah ada sejak sebelum kemederkaan. Dimana para Ulama Nahdatul Ulama juga ikut serta dalam merumuskan kemerdekaan negara indonesia. Selain peran ormas Nahdatul Ulama dalam melestarikan toleransi, ada juga peran dari pemerintah daerah kota madiun yang secara langsung mengagendakan sebuah acara sosialisasi peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan masyarakat dan tokoh masyarakat yang diselenggarakan oleh badan kesatuan bangsa dan politik. 
Sosialisasi ini mengundang 600 tamu undang yang terdiri dari Ketua LPMK Se-Kota Madiun, Ketua tim penggerak PKK dan Ketua Pokja I-IV PKK kecamatan maupun kelurahan, Ketua KIM, pengurus takmir masjid dan mushola, tokoh agama, ketua ikatan pekerja sosial masyarakat, serta ketua karang taruna se Kota Madiun. Tujuan adanya sosialisasi ini adalah meningkatkan budaya toleran dikalangan masyarakat terhadap perbedaan, kepedulian sosial dan gotong royong untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera.  Dengan adanya pelestarian budaya toleran diharapkan dapat menjadi contoh bagi semua kalangan masyarakat, kolompok dan pemerintah agar dapat juga melestarikan budaya toleran sehingga dapat mencapai cita cita dalam tujuan toleransi yaitu kedamaian.
Itulah sedikit banyak tentang toleransi yang saya ketahui dan saya dapatkan dari berbagai sumber yang insya allah terpercaya. Semoga kita sebagai warga Indonesia bisa menghargai mulai dari ras etnis dan apapun itu dan semoga  kita bisa saling jaga sikap toleransi agar bangsa ini semakin aman untuk kita.

Selasa, 23 Mei 2017

Biografi Fatmawati Soekarno



Siapa yang tidak mengenal Fatmawati Soekarno, beliau merupakan Ibu Negara Pertama dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno dan juga dikenal sebagai penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Fatmawati Soekarno lahir pada hari Senin, 5 Pebruari 1923 Pukul 12.00 Siang di Kota Bengkulu, sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Siti Chadidjah. Masa kecil Fatmawati penuh tantangan dan kesulitan, akibat sistem kolonialisme yang dijalankan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Ayahandanya, Hassan Din semula adalah pegawai perusahaan Belanda, Bersomij di Bengkulu. Tetapi karena tidak mau meninggalkan kegiatannya sebagai anggota Muhammadiyah, ia kemudian keluar dari perusahaan itu. Setelah itu, Hassan Din sering berganti usaha dan berpindah ke sejumlah kota di kawasan Sumatera Bagian Selatan.

Tidak banyak diketahui orang bahwa sebenarnya Fatmawati merupakan keturunan dari Kerajaan Indrapura Mukomuko. Sang ayah Hassan Din adalah keturunan ke-6 dari Kerajaan Putri Bunga Melur. Putri Bunga Melur bila diartikan adalah putri yang cantik, sederhana, bijaksana. Tak heran bila Fatmawati mempunyai sifat bijaksana dan mengayomi. Jalinan cinta antara Bung Karno dan Fatmawti pada awalnya membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Demi memperoleh Fatmawati yang begitu dicintainya Bung Karno dengan perasaan yang sangat berat terpaksa harus merelakan kepergian Bu Inggit, sosok wanita yang begitu tegar dan tulusnya mendampingi Bung Karno dalam perjuangan mencapai Indonesia Merdeka. Pahit getir sebagai orang buangan (tahanan Belanda) sering dilalui Bung Karno bersama Bu Inggit. Namun sejarah berkata lain. Perjalanan waktu berkehendak lain, kehadiran Fatmawati diantara Bung Karno dan Bu Inggit telah merubah segalanya.


Pada tahun 1943 Bung Karno menikahi Fatmawati, dan oleh karena Fatmawati masih berada di Bengkulu, sementara Bung Karno sibuk dengan kegiatannya di Jakarta sebagai pemimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera), pernikahan itu dilakukan dengan wakil salah seorang kerabat Bung Karno, Opseter Sardjono. Pada 1 Juni 1943, Fatmawati dengan diantar orang tuanya berangkat ke Jakarta, melalaui jalan darat, sejak itu Fatmawati mendampingi Bung Karno dalam perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Perjalanan sepasang merpati penuh cinta ini, akhirnya dikaruniai lima orang putra-putri: Guntur, Mega, Rachma, Sukma, dan Guruh. Belum genap mereka mengarungi bahtera rumah tangga, Sukarno tak kuasa menahan gejolak cintanya kepada wanita lain bernama Hartini. Inilah salah satu pangkal sebab terjadinya perpisahan yang dramatis antara Sukarno dan Fatmawati.      
Hari Jumat di bulan Ramadhan, pukul 05.00 pagi, fajar 17 Agustus 1945 memancar di ufuk timur kala, embun pagi masih menggelantung di tepian daun, para pemimpin bangsa dan para tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda, dengan diliputi kebanggaan setelah merumuskan teks Proklamasi hingga dinihari. Mereka, telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia hari itu di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada pukul 10.00 pagi. Tepat pukul 10.00, dengan suara mantap dan jelas, Soekarno membacakan teks proklamasi, pekik Merdeka pun berkumandang dimana-mana dan akhirnya mampu mengabarkan Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.     
Kalau ada yang bertanya, apa peran perempuan menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan? Tentu kita akan teringat dengan sosok Fatmawati, istri Bung Karno. Dialah yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih. Setelah itu, ada seorang pemudi Trimurti yang membawa nampan dan menyerahkan bendera pusaka kepada Latief Hendraningrat dan Soehoed untuk dikibarkan. Dan, semua hadirin mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Pada hari itu, Ibu Fatmawati ikut dalam upacara tersebut dan menjadi pelaku sejarah Kemerdekaan Indonesia.

Salah satu butir keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya tanggal 19 Agustus 1945 adalah memilih Bung Karno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia. Pada tanggal 4 Januari 1946 pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta karena keadaan Jakarta dirasakan makin tidak aman, menyusul hadirnya tentara NICA yang membonceng kedatangan tentara sekutu.    
Ibu Fatmawai dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia.           

"Kami tidak pernah merayakan pernikahan perak atau pernikahan emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978.   

Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari.


Di kota gudeg itu, Ibu Fatmawati mendapatkan banyak simpati, karena sikapnya yang ramah dan mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat. Sebagai seorang Ibu Negara, Ibu Fatmawati kerap mendampingi Bung Karno dalam kunjungan ke berbagai wilayah Republik Indonesia untuk membangkitkan semangat perlawanan rakyat terhadap Belanda dan mengikuti kunjungan Presiden Soekarno ke berbagai Negara sahabat. Peran serta wanita dalam pembangunan telah ditunjukkan Ibu Fatmawati, beliau sering melakukan kegiatan social, seperti aktif melakukan pemberantasan buta huruf, mendorong kegiatan kaum perempuan, baik dalam pendidikan maupun ekonomi. Pada tahun 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Kata-kata terakhir beliau sebelum meninggal waktu itu :

“Datang ke Mekah sudah menjadi pendaman cita-citaku. Saban hari aku melakukan zikir dan mengucapkan syahadat serta memohon supaya diberi kekuatan mendekat kepada Allah. Juga memohon supaya diberi oleh Tuhan, keberanian dan melanjutkan perjuangan fi sabilillah. Aku berdo’a untuk cita-cita seperti semula yaitu cita-cita Indonesia Merdeka. Jangan sampai terbang Indonesia Merdeka.”
Rumah Sakit Fatmawati pada mulanya bernama Rumah Sakit Ibu Soekarno, terletak di Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Wilayah Jakarta Selatan, Didirikan pada tahun 1954 oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Semula direncanakan untuk dijadikan sebuah Sanatorium Penyakit Paru-paru bagi anak-anak. Pada tanggal 15 April 1961 penyelenggaraan dan pembiayaan rumah sakit diserahkan kepada Departemen Kesehatan sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi RS Fatmawati. Dalam perjalanan RS Fatmawati, tahun 1984 ditetapkan sebagai Pusat Rujukan Jakarta Selatan dan tahun 1994 ditetapkan sebagai RSU Kelas B Pendidikan.           
Di Kota Bengkulu, sebagai kota kelahiran Ibu Fatmawati, Pemerintah Daerah beserta seluruh elemen memberikan apresiasi terhadap Ibu Fatmawati. Sebagai bentuk penghargaan dan sekaligus untuk mengenang Ibu Fatmawati, maka pada tanggal 14 Nopember 2001, Bandar Udara Padang Kemiling diubah menjadi Bandar Udara Fatmawati. Perubahan nama Bandar udara ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Perjuangan Ibu Fatmawati selama masa sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan diakui oleh Pemerintah Pusat, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK/2000 tanggal 4 Nopember 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, maka Pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ibu Fatmawati.    
Itulah informasi singkat mengenai biografi fatmawati soekarno yang merupakan istri dari Presiden Soekarno, semoga infomasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Cara Membangun Budaya Indonesia

Pengembangan budaya atau membangun budaya adalah suatu proses meningkatkan atau mempertahankan kebiasaan yang ada pada masyarakat dalam kajian pengembangan masyarakat yang menggambarkan bagaimana budaya dan masyarakat itu berubah dari waktu ke waktu yang banyak ditunjukkan sebagai pengaruh global.Pengembangan budaya dikembangkan secara luas melalui kepentingan transnasional. Beragamnya budaya Indonesia dapat terlihat dari banyaknya tarian daerah, bahasa daerah, kesenian daerah, dan juga ritual-ritual daerah yang berbeda-beda setiap sukunya, dan menurut catatan ada lebih dari 1300 suku dan lebih dari 500 bahasa daerah yang ada di Indonesia. Namun, sayangnya budaya Indonesia mulai memudar. Terbukti dengan adanya suku-suku yang hampir punah seperti suku yang ada di Kepulauan Mentawai, bahkan telah ada beberapa suku yang telah punah. Punahnya suku-suku tersebut jelas disebabkan karena budaya suku yang tidak dilestarikan lagi. Segala bentuk kesenangan ikut terlibat dalam upaya pengembangan budaya ini.untuk menghadapi globalisasi budaya, sangat sulit bagi masyarakat untuk melestarikan budaya lokal mereka sendiri yang menjadi keunikan wilayahnya, namun globalisasi budaya ini merupakan komponen penting dalam pengembangan masyarakat wilayahnya sendiri.Dalam konteks Pengembangan masyarakat, pengembangan budaya memiliki empat komponen yaitu: 
  • Melestarikan dan menghargai budaya lokal
Tradisi budaya lokal merupakan bagian penting dalam menanamkan rasa bermasyarakat, dan membantu memberikan rasa identitas kepada mereka.Oleh karenanya pengembangan masyarakat akan berupaya mengidentifikasi elemen-elemen penting dari budaya lokal dan melestarikannya.Tradisi ini meliputi sejarah lokal dan peninggalan berharga, kerajinan yang berbasis lokal, makanan local atau hal lainnya.pengaruh eksternal dapat memisahkan tradisi-tradisi budaya lokai ini, dan strategi masyarakat yang cermat diperlukan jika tradisi tersebut ingin dilestarikan. Masyarakat perlu mengidentifikasi apa komponen yang unik dan signifikan dari warisan budayanya dan untuk menentukan komponen mana yang hendak dipertahankan. Oleh karena itu, sebuah rencana dapat disusun tentang bagaimana mencapainya, misalnya kegiatan di balai masyarakat, membangun industi local yang berbasis budaya lokal. 
  •  Melestarikan dan menghargai budaya asli atau pribumi
Ketika dikemukakan bahwa budaya asli hanyalah kasus tertentu dalam budaya lokal, dinamika yang berbeda yang mengelilingi budaya asli berarti budaya asli ini diperlakukan sebagai hal yang terpisah.Ada dua hal utama yang mendasarinya yaitu, pertama klaim istimewa yang dimiliki orang-orang pribumi terhadap lahan atau daerah dan terhadap struktur komunitas tradisional yang berkembang seleras dengan lahan atau daerah selama periode waktu jauh lebih lama daripada kolonisasi baru. Komunitas merupakan hal penting bagi kelangsungan budaya dan kelangsungan spiritual, dalam arti penting kelesetarian budaya tradisional merupakan kebutuhan yang lebih penting bagi orang-orang pribumi daripada orang lain kebanyakan. 
  • Multikulturalisme
Kata ini lazimnya menunjukkan pada kelompok etnis yang berbeda yang tinggal di satu masyarakat tetapi mempertahankan identitas budaya yang berbeda. Oleh karena itu, fokus ini yaitu pada etnisitas dan fitur budaya dari kelompok-kelompok etnis yang berbeda. Kebiasaan-kebiasaan dalam budaya yang relatif homogeny tampak hilang, masyarakat harus sampai pada kehidupan bermasyarakat yang multikultural.Bagi beberapa orang, hal ini terjadi karena ketakutan, ancaman, kerugian dan raisal serta ketegangan budaya dan pengucilan.Keanekaragama latarbelakang budaya merupakan realitas bagi banyak masyarakat, dan oleh karena itu merupakan aspek yang penting dari pembangunan masyarakat. Benturan nilai-nilai budaya dan problem-problem yang dialami oleh perseorangan dan keluarga memberikan suasana ketidakstabilan dan kecemasan selama mereka berusaha menemukan sebuah cara melalui konflik ini.Strategi yang digunakan dalam keadaan multikulturalisme yaitu mencakup bekerja dengan pemuka-pemuka masyarakat, meningkatkan kesadaran penduduk dan menghadapi rasisme. 
  • Budaya partisipatori
Aktivitas budaya merupakan fokus penting untuk identitas masyarakat, partisipasi, interaksi social dan pengembangan masyarakat.Satu cara untuk mendorong masyarakat yang sehat yaitu dapat mendorong partisipasi yang luas dalam aktivitas budaya, sehingga seni, musik, teater, tarian dan olahraga menjadi sesuatu yang mereka lakukan, bukan yang mereka tonton.Hal ini telah menjadi fokus dari banyak program pengembangan budaya masyrakat; partisipasi budaya dapat dilihat sebagai cara penting untuk membangun modal sosial, memperkuat masyarakat dan menegaskan identitas.Aktivitas-aktivitas yang mungkin dilakukan akan berbeda-beda tergantung pada budaya lokal, budaya lokal dan faktor-faktor lain.Budaya parsipatif juga memiliki potensi untuk mencapai lebih dari memperkuat modal sosial dan bangunan masyrakat.Partisipasi dalam aktivitas budaya merupakan bagian penting untuk membantu orang-orang dari suatu masyarakat untuk memperoleh kembali budaya mereka sendiri dan menolak ikut campur dari pihak di luar mereka.

  • -          Pengembangan Budaya dalam Penyesuaian Diri Manusia

      - Penyesuaian Biologis
Kondisi alam yang telah semakin berubah seiring dengan perusakan lingkungan sebagai akibat dari global ekonomi. Membuat manusia sulit untuk menyesuaikan dirinya secara biologis terhadap budaya yang berkembang seperti perkembangan budaya yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat sebelumnya.
- Penyesuaian Sosial
Pengembangan budaya yang bertele-tele dan terlalu di luar ambang batas norma dan nilai sosial yang ada sebelumnya, akan terasa sedikit sulit untuk disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakatnya.

  • -          Proses

      - Internalisasi
Manusia mempunyai bakat yang telah terkandung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan,hasrat, nafsu, dan emosi dalam upaya pengembangan budayanya.Perasaan yang lahir dari manusia adalah manusia yang tidak pernah merasa puas, sehingga ia berupaya untuk selalu melakukan pengembangan-pengembangan dalam dirinya yang mempengaruhi perubahan pada budaya mereka sendiri.
- Sosialisasi
Berkaitan erat dengan kajian sistem sosial dalam masyarakat itu sendiri. Kita memahami buadaya dari proses sosialisasi turun-temurun, namun adakalanya, proses sosialisasi ini tidak sempurna dilakukan oleh generasi sebelumnya sehingga, membuat budaya yang lama terkadang diambil bagian yang sesuai dengan kondisi sekarang.Sehingga budaya yang ada dulu belum tentu ada untuk saat ini, karena juga dipengerahui oleh global ekonomi yang sedang berlangsung dalam kalangan masyarakat.
- Enkulturasi
Hal ini tidak lepas dari pengaruh dari luar masyarakat penganut budaya asli, proses ini menjadi faktor pendorong utama dalam peningkatan atau penurunan nilai pada suatu budaya dalam masyarakat.Dengan itu, aspek ini yang berada di luar masyarakat, menjadi indikator yang sangat penting dalam proses pengembangan budaya dewasa ini.
            Semakin bernilai hasil dari upaya pengembangan budaya ini bagi masyarakat maka semakin besar harapan untuk meningkatkan budaya tersebut. Jika penghargaan yang diberikan antar satu masyarakat ke masyarakat lainnya dianggap bernilai, maka orang-orang yang melakukan perilaku-perilaku yang sesuai dengan nilai budaya yang baru tersebut, mereka akan mendapat prestise dari masyarakat lainnya.